Selasa, 22 Mei 2012

BELAJAR PEMBELAJARAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Pada era membanjirnya informasi dan pengetahuan seperti yang terjadi sekarang ini tidak semua individu harus mempelajari semua informasi. Setiap individu harus bersifat selektif dalam menentukan keterampilan dan pengetahuan yang akan dipelajari. Individu harus memilki pilihan untuk memilih apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Setiap siswa memang memiliki potensi yang berbeda – beda dan memilki pilihan untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Banyaknya keluhan baik dari diri anak didik, orang tua, maupun pendidik tentang bagaimana cara agar anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik mendorong dilakukannya penelitian untuk melihat faktor-faktor yang membuat anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik. Salah satu temuan yang sangat bermanfaat adalah bahwa setiap individu memiliki tidak hanya satu intelegensi tetapi lebih, yang disebut multiple intelligences atau kecerdasan majemuk atau kecerdasan ganda.

B.     Rumusan masalah
1.      Apa pengertian multiple intelegensi / kecerdasan ganda?
2.      Apa saja karakteristik dari multipel intelegensi?
3.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan multipll intelegensi?

C.    Tujuan penulisan
1.      Mengetahui pengertian multiple intelegensi/kecerdasan ganda/kecerdasan majemuk.
2.      Mengetahui karakteristik dari multipel intelegensi itu juga penjabarannya.
3.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan multipel intelegensi




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian
Istilah intelegensi atau kecerdasan bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ilmu tentang intelegensi pun berkembang. Banyak ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu melakukan penelitian tentang otak manusia secar fisik maupun potensinya.
Seorang filsuf, Prof. Robert Ornstein dari Universitas California, meneliti tentang potensi otak dan sifat-sifat fisiknya. Otak merupakan sekumpulan jaringan saraf yang terdiri dari dua bagian, yaitu otak besar dan otak kecil. Otak besar terdiri dari 2 belahan kiri dan belahan kanan, kedua belahan tersebut dihubungakan oleh serabut saraf. Ia menemukan bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan. Kedua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri mempunyai fungsi masing-masing.
Prof. Howard Gardner, seorang ahli psikologi kognitif dari Universitas Harvard, meneliti tentang intelegensi/kecerdasan manusia. Ia mengatakan bahwa IQ tidak boleh dianggap sebagai tinggi atau rendah seperti tekanan darah manusia, dan kecerdasan seseorang tidak dapat diukur secara mutlak dengan tes-tes IQ. Ia mengatakan bahwa tes IQ hanya mampu mengukur kemampuan seseorang dalam mengerjakan tes IQ tersebut saja. Selanjutnya ia menemukan bahwa setiap orang memiliki beberapa kecerdasan, tidak hanya satu kecerdasan. Ia menyebutnya dengan intelegensi ganda atau Multiple Inntelegences.
Sedangkan yang dimaksud dengan multiple intelegensi/intelegensi majemuk adalah kemampuan untuk memecahakan masalah atau menciptakan suatu produk yang efektif atau bernilai dalam satu latar belakang budaya tertentu. Artinya, setiap orang jika dihadapkan pada satu masalah, ia memiliki sejumlah kemampuan untuk memecahkan masalah yang berbeda sesuai dengan konteksnya.
Sama seperti Ornstein, Gardner menyebutkan bahwa intelegensi seseorang terdiri dari intelegensi bahasa/linguistic, logis matematis, visual spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, musical, dan naturalis.
Perbedaan pendapat antara Ornstein dan Gardner adalah Gardner tidak memisahkan letak jenis-jenis intelegensi di belahan otak. Ia lebih mengutamakan bahwa jenis-jenis intelegensi tersebut harus dikembangkan secara berimbang, agar setiap individu dapat mengembangkan seluruh kemampuannya secara maksimal.
Pada dasarnya setiap anak memiliki kedelapan intelegensi tersebut. Hanya saja, sering tidak semuanya terasah dengan baik oleh orang tua, pendidik di sekolah, atau system pendidikan nasional, sehingga kurang berkembang. Ornstein dan Gardner berpendapat bahwa seluruh potensi otak tersebut harus diberdayakan untuk mencapai kompetensi tertentu baik untuk kegiatan pembelajaran di sekolah atau pendidikan di rumah. Seluruh potensi otak diberi kesempatan yang sama melalui berbagai aktivitas dan stimulus yang diberikan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Guru perlu mengembangkan suatu program pembelajaran yang dapat memberdayakan dan mengembangkan intelegensi-intelegensi tersebut yang dimiliki setiap anak didik untuk mencapai kompetensi tertentu dalam suatu kurikulum.

B.     Karakteristik multiple intelegensi
Ada delapan karakteristik intelegensi atau kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gaerdner, yaitu sebagai berikut :
1.      Intelegensi berbahasa (linguistic)
Intelegensi berbahasa mencakup kemampuan-kemampuan berpikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tertulis. Karakteristik individu yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi berbahasa, adalah:
a.       suka menulis kreatif,
b.      suka mengarang kisah khayal atau menceritakan lelucon,
c.       sangat hafal nama, tempat, tanggal atau hal-hal kecil,
d.      mengeja kata dengan tepat dan mudah,
e.       unggul dalam mata pelajaran bahasa (membaca, menulis dan berkomunikasi).

2.      Intelegensi Logis  (Cerdas Logika)
Intelegensi logis-matematis adalah kemampuan berpikir dalam penalaran atau menghitung, seperti kemampuan menelaah masalah secara logis, ilmiah, dan matematis.

Karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi logis-matematis adalah:
a.       Senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai teka-teki.
b.      Senang mengorganisasikan sesuatu, menyusun skenario.
c.       Mampu berpikir logis, baik induktif maupun deduktif.
d.      Senang silogisme, berpikir abstraksi dan simbolis.
e.       Mengoleksi benda-benda dan mencatat koleksinya

3.      Intelegensi Visual Spasial (Cerdas Gambar/Picture Smart)
Intelegensi visual spasial, yaitu kemampuan berpikir dalam citra dan gambar.
Seperti kemampuan untuk membayangkan bentuk suatu objek. Anak dengan intelegensi/kecerdasan ini memiliki kemampuan memahami alam secara akurat dan menciptakan ulang aspek-aspek alam seperti menggambar pemandangan. Karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi visual-spasial adalah:
a.    Senang merancang sketsa, gambar, desain grafik, table
b.   Peka terhadap citra, warna, dan sebagainya.
c.    Pandai memvisualisasikan ide serta Imajinasinya aktif.
d.   Mudah menemukan jalan dalam ruang.
e.    Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut

4.      Intelegensi Musikal (Cerdas Musik/Music Smart)
Intelegensi musikal adalah kemampuan berpikir dengan arah nada, ritme, irama, dan melodi juga pada suara alam. Anak dengan intelegensi ini memiliki kepekaan terhadap pola titi nada, melodi, ritme, dan nada. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi musikal :
a.       Pandai mengubah atau mencipta musik.
b.      Gemar mendengar dan atau memainkan alat musik.
c.       Senang dan pandai bernyanyi, bersenandung
d.      Pandai mengoperasikan musik serta menjaga ritme

5.      Intelegensi Kinestik tubuh (Cerdas Tubuh/Body Smart)
intelegensi ini adalah kemampuan yang berhubungan dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motorik otak yang mengendalikan tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badan dengan mudah dan cekatan. Anak dengan intelegensi ini mampu menggunakan tubuh secara terampil dan menangani benda-benda dengan tangkas, umunya mereka lebih mudah mengingat sesuatu dengan melakukan gerakan dari pada melihat atau mendengar.
Karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi kinestik:
a.       Senang menari, akting.
b.      Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.
c.       Mudah berekspresi dengan tubuh
d.      Mampu memainkan mimik, Cenderung menggunakan bahasa tubuh

6.      Intelegensi Intrapersonal (Cerdas Diri/Self Smart)
Intelegensi ini yaitu kemampuan berfikir untuk memahami diri sendiri, melakukan refleksi diri dan bermetakognisi. Intelegensi ini menjadikan anak memiliki kemampuan menggunakan kemampuan emosional untuk memahami dirinya sendiri dan orang lain. Anak dengan kecerdasan ini biasanya suka mencatat apapun yang dipikirkan atau dirasakan, mampu menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang akan dipilih, menyadari kelebihan dan keterbatasannya, gemar menikmati rekreasi sendirian seperti menyendiri di kamar sambil mendengarkan musik. Berikut ini karakteristik dari individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi intrapersonal :
a.       Mampu menilai diri sendiri/instropeksi diri, bermeditasi
b.      Mudah mengelola dan menguasai perasaannya
c.       Sering mengamati dan mendengarkan.
d.      Bisa bekerja sendirian dengan baik.

7.      Intelegensi Interpersonal (Sosial) (Cerdas Bergaul/People Smart)
Intelegensi interpersonal adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Anak yang mudah memahami orang lain dan mementingkan relasi, memiliki kecerdasan interpersonal yang baik. Anak dengan kecerdasan ini biasanya memiliki banyak teman, menyukai permainan yang memiliki banyak teman, cenderung jadi penengah diantara teman-temannya, menjadi pemain tim yang istimewa karena mampu bekerjasama dengan baik dengan kata lain terampil berhubungan dengan orang lain. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi interpersonal :
a.       Mampu berorganisasi, menjadi pemimpin dalam suatu organisasi
b.      Mampu bersosialisasi, menjadi mediator, bermain dalam kelompok / klub, bekerjasama dengan tim dan Senang permainan berkelompok dari pada individual.
c.       Biasanya menjadi tempat mengadu orang lain.
d.      Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal

8.      Intelegensi Naturalis (Cerdas Alam/Nature Smart)
Intelegensi naturalis adalah kemampuan untuk memahami gejala alam. Anak dengan kecerdasan ini mampu mengenali dan mengelompokkan sejumlah binatang atau tanaman. Ia biasanya banyak berada diluar ruangan, suka mengumpulkan batu-batuan dan menangkap serangga, senang berhubungan dengan alam seperti merawat tanaman atau binatang. Berikut ini karakteristik individu yang dapat tergolonhkan oleh intelegensi naturalis :
a.       Senang terhadap flora dan fauna, bertani, berkebun, memelihara binatang, berinteraksi dengan binatang, berburu
b.      Pandai melihat perubahan alam, meramal cuaca, meneliti tanaman
c.       Senang kegiatan di alam terbuka





C.    Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Multiple Intelegensi
Gambaran kelas pada umumnya, sering kita melihat bahwa ada anak senang belajar bila guru menjelaskan sampai sejelas-jelasnya, ada juga anak yang senang belajar jika guru menjelaskan dengan menggunakan gambar, ada juga anak yang senang belajar jika diberikan kesempatan untuk bertanya jawab, tetapi ada juga anak yang suka belajar bila ia diberi kesempatan untuk melakukan sesuatu, dan seterusnya. Menurut Thomas Amstrong, “Kita tidak tidak dapat memberi label mereka sebagai pembelajar verbal atau pembelajar visual atau pembelajar kinetetis, dan seterusnya. Karena tujuan dari suatu kegiatan pembelajaran adalah untuk memperluas dan mengembangkan intelegensi/kecerdasan anak didik”. Ilustrasi tersebut memberikan gambaran kepada pendidik bahwa anak didik kita sudah siap belajar. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mengembangkan semua intelegensi/kecerdasan, di antaranya :
1.      Mengaktifkan seluruh indra anak didik
2.      Melatih intelegensi/kecerdasan secara berimbang
3.      Melatih silang intelegensi yang berbeda








                                               
BAB III
PENUTUPAN
A.    Kesimpulan
Setiap individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan menjadi kompetensi. Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi individu menjadi kompetensi. Manusia, pada dasarnya,  memiliki beberapa jenis kecerdasan yang menonjol. Dalam mengimplementasikan teori kecerdasan ganda di sekolah, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu :
·         masyarakat,
·         orang tua, dan guru,
·         kurikulum,
·         fasilitas pembelajaran dan sistem penilaian.
Strategi pembelejaran kecerdasan ganda bertujuan agar semua potensi anak dapat berkembang. Strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan :
  • Membangun/memicu kecerdasan
  • Memperkuat kecerdasan
  • Mengajarkan dengan/untuk kecerdasan
  • Mentransfer kecerdasan
B.     Saran
Pemerintah hendaknya mengadakan seminar tentang kecerdasan anak. Sehingga dapat memotivasi baik orangtua maupun guru dalam memberikan bimbingan kepada anaknya. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci utama untuk kesuksesan hidup di masa depan. Maka perlu adanya pembinaan para guru agar bisa mencerdaskan siswa terutama pendidikan yang ada di lingkungan sekolah.



Daftar Pustaka
http//:gemasastrin.htm. Teori Multiple Intelligences dalam Pendidikan Anak. Des. 2008
Http//renggani.blogspot.com/2007/07 Multiple Intelligences-Kecerdasan Mejemuk.html
http:sepia.blogsome.com/muthahari-career-day. Multiple Intelegensi (Kecerdasan Majemuk) januari-2007.
http//:unhalu.ac.id/staff/blog.latahang. Penerapan Multiple Intelegency dalam Pembelajara Fisika, Pebruari. 2009
Wikipedia, File///F./Theory_of_Multiple_Intelligences.htm

2 komentar:

Hgs informasi mengatakan...

Wah makasi mas broo berguna bgts :)

Juanda mengatakan...

makasih gan infox

Posting Komentar