BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Pada era membanjirnya informasi dan pengetahuan seperti yang
terjadi sekarang ini tidak semua individu harus mempelajari semua informasi.
Setiap individu harus bersifat selektif dalam menentukan keterampilan dan
pengetahuan yang akan dipelajari. Individu harus memilki pilihan untuk memilih
apa yang ingin dipelajari dan bagaimana mempelajarinya. Setiap siswa memang
memiliki potensi yang berbeda – beda dan memilki pilihan untuk mengembangkan
potensi yang dimilikinya. Banyaknya keluhan baik dari diri anak didik, orang
tua, maupun pendidik tentang bagaimana cara agar anak didik dapat menerima
pelajaran dengan baik mendorong dilakukannya penelitian untuk melihat
faktor-faktor yang membuat anak didik dapat menerima pelajaran dengan baik.
Salah satu temuan yang sangat bermanfaat adalah bahwa setiap individu memiliki
tidak hanya satu intelegensi tetapi lebih, yang disebut multiple intelligences
atau kecerdasan majemuk atau kecerdasan ganda.
B.
Rumusan
masalah
1. Apa
pengertian multiple intelegensi / kecerdasan ganda?
2. Apa
saja karakteristik dari multipel intelegensi?
3. Faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi perkembangan multipll intelegensi?
C.
Tujuan penulisan
1. Mengetahui pengertian multiple
intelegensi/kecerdasan ganda/kecerdasan majemuk.
2. Mengetahui karakteristik dari
multipel intelegensi itu juga penjabarannya.
3. Mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi perkembangan multipel intelegensi
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Istilah intelegensi atau kecerdasan
bukanlah sesuatu yang baru bagi kita. Namun sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan, ilmu tentang intelegensi pun berkembang. Banyak ahli dari berbagai
bidang disiplin ilmu melakukan penelitian tentang otak manusia secar fisik
maupun potensinya.
Seorang filsuf, Prof. Robert
Ornstein dari Universitas California, meneliti tentang potensi otak dan
sifat-sifat fisiknya. Otak merupakan sekumpulan jaringan saraf yang terdiri
dari dua bagian, yaitu otak besar dan otak kecil. Otak besar terdiri dari 2
belahan kiri dan belahan kanan, kedua belahan tersebut dihubungakan oleh
serabut saraf. Ia menemukan bahwa otak manusia memiliki kemampuan yang jauh
lebih besar daripada yang kita bayangkan. Kedua belahan, yaitu belahan otak
kanan dan belahan otak kiri mempunyai fungsi masing-masing.
Prof.
Howard Gardner, seorang ahli psikologi kognitif dari Universitas Harvard,
meneliti tentang intelegensi/kecerdasan manusia. Ia mengatakan bahwa IQ tidak
boleh dianggap sebagai tinggi atau rendah seperti tekanan darah manusia, dan
kecerdasan seseorang tidak dapat diukur secara mutlak dengan tes-tes IQ. Ia
mengatakan bahwa tes IQ hanya mampu mengukur kemampuan seseorang dalam mengerjakan
tes IQ tersebut saja. Selanjutnya ia menemukan bahwa setiap orang memiliki
beberapa kecerdasan, tidak hanya satu kecerdasan. Ia menyebutnya dengan
intelegensi ganda atau Multiple Inntelegences.
Sedangkan
yang dimaksud dengan multiple intelegensi/intelegensi majemuk adalah kemampuan
untuk memecahakan masalah atau menciptakan suatu produk yang efektif atau
bernilai dalam satu latar belakang budaya tertentu. Artinya, setiap orang jika
dihadapkan pada satu masalah, ia memiliki sejumlah kemampuan untuk memecahkan
masalah yang berbeda sesuai dengan konteksnya.
Sama
seperti Ornstein, Gardner menyebutkan bahwa intelegensi seseorang terdiri dari
intelegensi bahasa/linguistic, logis matematis, visual spasial, kinestetik,
interpersonal, intrapersonal, musical, dan naturalis.
Perbedaan
pendapat antara Ornstein dan Gardner adalah Gardner tidak memisahkan letak
jenis-jenis intelegensi di belahan otak. Ia lebih mengutamakan bahwa
jenis-jenis intelegensi tersebut harus dikembangkan secara berimbang, agar
setiap individu dapat mengembangkan seluruh kemampuannya secara maksimal.
Pada
dasarnya setiap anak memiliki kedelapan intelegensi tersebut. Hanya saja,
sering tidak semuanya terasah dengan baik oleh orang tua, pendidik di sekolah,
atau system pendidikan nasional, sehingga kurang berkembang. Ornstein dan
Gardner berpendapat bahwa seluruh potensi otak tersebut harus diberdayakan
untuk mencapai kompetensi tertentu baik untuk kegiatan pembelajaran di sekolah
atau pendidikan di rumah. Seluruh potensi otak diberi kesempatan yang sama
melalui berbagai aktivitas dan stimulus yang diberikan dan disesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing individu. Guru perlu mengembangkan suatu program
pembelajaran yang dapat memberdayakan dan mengembangkan intelegensi-intelegensi
tersebut yang dimiliki setiap anak didik untuk mencapai kompetensi tertentu
dalam suatu kurikulum.
B.
Karakteristik
multiple intelegensi
Ada delapan karakteristik intelegensi
atau kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard Gaerdner, yaitu sebagai berikut :
1.
Intelegensi
berbahasa (linguistic)
Intelegensi berbahasa mencakup
kemampuan-kemampuan berpikir dengan kata-kata, seperti kemampuan untuk memahami
dan merangkai kata dan kalimat baik lisan maupun tertulis. Karakteristik
individu yang menunjukan kemampuan dalam intelegensi berbahasa, adalah:
a. suka menulis kreatif,
b. suka mengarang kisah khayal atau
menceritakan lelucon,
c. sangat hafal nama, tempat, tanggal
atau hal-hal kecil,
d. mengeja kata dengan tepat dan mudah,
e. unggul dalam mata pelajaran bahasa
(membaca, menulis dan berkomunikasi).
2. Intelegensi Logis (Cerdas Logika)
Intelegensi
logis-matematis adalah kemampuan berpikir dalam penalaran atau menghitung,
seperti kemampuan menelaah masalah secara logis, ilmiah, dan matematis.
Karakteristik
individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi logis-matematis adalah:
a.
Senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai
teka-teki.
b.
Senang
mengorganisasikan sesuatu, menyusun skenario.
c.
Mampu berpikir logis,
baik induktif maupun deduktif.
d.
Senang silogisme,
berpikir abstraksi dan simbolis.
e.
Mengoleksi benda-benda dan mencatat koleksinya
3. Intelegensi Visual
Spasial (Cerdas Gambar/Picture Smart)
Intelegensi
visual spasial, yaitu kemampuan berpikir dalam citra dan gambar.
Seperti
kemampuan untuk membayangkan bentuk suatu objek. Anak dengan
intelegensi/kecerdasan ini memiliki kemampuan memahami alam secara akurat dan
menciptakan ulang aspek-aspek alam seperti menggambar pemandangan.
Karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi
visual-spasial adalah:
a.
Senang merancang sketsa, gambar, desain grafik, table
b.
Peka terhadap citra, warna, dan sebagainya.
c.
Pandai memvisualisasikan ide serta Imajinasinya aktif.
d.
Mudah menemukan jalan dalam ruang.
e.
Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut
4.
Intelegensi
Musikal (Cerdas Musik/Music Smart)
Intelegensi musikal adalah
kemampuan berpikir dengan arah nada, ritme, irama, dan melodi juga pada suara
alam. Anak dengan intelegensi ini memiliki kepekaan terhadap pola titi nada,
melodi, ritme, dan nada. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan
kemampuan dalam intelegensi musikal :
a.
Pandai mengubah atau mencipta musik.
b.
Gemar mendengar dan atau memainkan alat musik.
c.
Senang dan pandai bernyanyi, bersenandung
d.
Pandai mengoperasikan musik serta menjaga ritme
5.
Intelegensi
Kinestik tubuh (Cerdas Tubuh/Body Smart)
intelegensi ini adalah kemampuan
yang berhubungan dengan gerakan tubuh termasuk gerakan motorik otak yang
mengendalikan tubuh seperti kemampuan untuk mengendalikan dan menggunakan badan
dengan mudah dan cekatan. Anak dengan intelegensi ini mampu menggunakan tubuh
secara terampil dan menangani benda-benda dengan tangkas, umunya mereka lebih
mudah mengingat sesuatu dengan melakukan gerakan dari pada melihat atau mendengar.
Karakteristik individu yang
menunjukkan kemampuan dalam intelegensi kinestik:
a.
Senang menari, akting.
b.
Pandai dan aktif dalam olahraga tertentu.
c.
Mudah berekspresi dengan tubuh
d.
Mampu memainkan mimik, Cenderung menggunakan bahasa tubuh
6. Intelegensi Intrapersonal
(Cerdas Diri/Self Smart)
Intelegensi ini
yaitu kemampuan berfikir untuk memahami diri sendiri, melakukan refleksi diri
dan bermetakognisi. Intelegensi ini menjadikan anak memiliki kemampuan
menggunakan kemampuan emosional untuk memahami dirinya sendiri dan orang lain.
Anak dengan kecerdasan ini biasanya suka mencatat apapun yang dipikirkan atau
dirasakan, mampu menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang akan dipilih,
menyadari kelebihan dan keterbatasannya, gemar menikmati rekreasi sendirian
seperti menyendiri di kamar sambil mendengarkan musik. Berikut ini
karakteristik dari individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi
intrapersonal :
a. Mampu menilai diri
sendiri/instropeksi diri, bermeditasi
b. Mudah mengelola dan menguasai
perasaannya
c. Sering mengamati dan mendengarkan.
d. Bisa bekerja sendirian dengan baik.
7.
Intelegensi
Interpersonal (Sosial) (Cerdas Bergaul/People Smart)
Intelegensi interpersonal adalah
kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Anak yang mudah
memahami orang lain dan mementingkan relasi, memiliki kecerdasan interpersonal
yang baik. Anak dengan kecerdasan ini biasanya memiliki banyak teman, menyukai
permainan yang memiliki banyak teman, cenderung jadi penengah diantara
teman-temannya, menjadi pemain tim yang istimewa karena mampu bekerjasama
dengan baik dengan kata lain terampil berhubungan dengan orang lain. Berikut
ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi
interpersonal :
a.
Mampu berorganisasi, menjadi pemimpin dalam suatu organisasi
b.
Mampu bersosialisasi, menjadi mediator, bermain dalam
kelompok / klub, bekerjasama dengan tim dan Senang permainan berkelompok dari
pada individual.
c.
Biasanya menjadi tempat mengadu orang lain.
d.
Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal
8.
Intelegensi
Naturalis (Cerdas Alam/Nature Smart)
Intelegensi naturalis adalah
kemampuan untuk memahami gejala alam. Anak dengan kecerdasan ini mampu
mengenali dan mengelompokkan sejumlah binatang atau tanaman. Ia biasanya banyak
berada diluar ruangan, suka mengumpulkan batu-batuan dan menangkap serangga,
senang berhubungan dengan alam seperti merawat tanaman atau binatang. Berikut
ini karakteristik individu yang dapat tergolonhkan oleh intelegensi naturalis :
a. Senang terhadap flora dan fauna,
bertani, berkebun, memelihara binatang, berinteraksi dengan binatang, berburu
b. Pandai melihat perubahan alam,
meramal cuaca, meneliti tanaman
c. Senang kegiatan di alam terbuka
C.
Faktor
Yang Mempengaruhi Perkembangan Multiple Intelegensi
Gambaran kelas pada umumnya, sering kita melihat
bahwa ada anak senang belajar bila guru menjelaskan sampai sejelas-jelasnya,
ada juga anak yang senang belajar jika guru menjelaskan dengan menggunakan
gambar, ada juga anak yang senang belajar jika diberikan kesempatan untuk
bertanya jawab, tetapi ada juga anak yang suka belajar bila ia diberi
kesempatan untuk melakukan sesuatu, dan seterusnya. Menurut Thomas Amstrong,
“Kita tidak tidak dapat memberi label mereka sebagai pembelajar verbal atau
pembelajar visual atau pembelajar kinetetis, dan seterusnya. Karena tujuan dari
suatu kegiatan pembelajaran adalah untuk memperluas dan mengembangkan
intelegensi/kecerdasan anak didik”. Ilustrasi tersebut memberikan gambaran
kepada pendidik bahwa anak didik kita sudah siap belajar. Ada beberapa cara
yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mengembangkan semua
intelegensi/kecerdasan, di antaranya :
1. Mengaktifkan seluruh indra anak
didik
2. Melatih intelegensi/kecerdasan
secara berimbang
3. Melatih silang intelegensi yang
berbeda
BAB
III
PENUTUPAN
A.
Kesimpulan
Setiap
individu memiliki potensi yang unik yang harus dikembangkan menjadi kompetensi.
Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengembangkan potensi
individu menjadi kompetensi. Manusia, pada dasarnya, memiliki beberapa
jenis kecerdasan yang menonjol. Dalam mengimplementasikan teori kecerdasan
ganda di sekolah, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan yaitu :
·
masyarakat,
·
orang tua, dan guru,
·
kurikulum,
·
fasilitas pembelajaran dan sistem penilaian.
Strategi pembelejaran kecerdasan ganda bertujuan agar semua
potensi anak dapat berkembang. Strategi dasar pembelajarannya dimulai dengan :
- Membangun/memicu kecerdasan
- Memperkuat kecerdasan
- Mengajarkan dengan/untuk kecerdasan
- Mentransfer kecerdasan
B.
Saran
Pemerintah hendaknya mengadakan seminar tentang kecerdasan
anak. Sehingga dapat memotivasi baik orangtua maupun guru dalam memberikan
bimbingan kepada anaknya. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa
sukses di sekolah adalah kunci utama untuk kesuksesan hidup di masa depan. Maka
perlu adanya pembinaan para guru agar bisa mencerdaskan siswa terutama
pendidikan yang ada di lingkungan sekolah.
Daftar Pustaka
http//:gemasastrin.htm. Teori Multiple Intelligences dalam
Pendidikan Anak. Des. 2008
Http//renggani.blogspot.com/2007/07 Multiple
Intelligences-Kecerdasan Mejemuk.html
http:sepia.blogsome.com/muthahari-career-day. Multiple
Intelegensi (Kecerdasan Majemuk) januari-2007.
http//:unhalu.ac.id/staff/blog.latahang. Penerapan Multiple
Intelegency dalam Pembelajara Fisika, Pebruari. 2009
Wikipedia, File///F./Theory_of_Multiple_Intelligences.htm


2 komentar:
Wah makasi mas broo berguna bgts :)
makasih gan infox
Posting Komentar