Sabtu, 28 Desember 2013

Dijaman sekarang seringkali kita
mendengar orang mengatakan,
“Uang adalah segalanya.”. Motivator
kondang, Mario Teguhpun
mengatakan bahwa uang bukanlah
segalanya, akan tetapi tanpa uang
semuanya akan terasa sulit. Apakah
sahabat pernah membayangkan
hidup tanpa uang? Sepertinya tidak.
Tetapi, seorang pemuda yang berasal
dari Irlandia mematahkan banyak
anggapan orang bahwa kita tidak
bisa hidup tanpa uang. Bagaimana
ceritanya? Silahkan disimak.
Adalah Mark Boyle yang berasal
Irlandia menjadi orang yang
membuktikan bahwa dijaman seperti
sekarang ini, ternyata kita masih
bisa hidup tanpa uang. Dia memulai
hidup tanpa uangnya sejak tahun
2008. Mark awalnya adalah salah
seorang pekerja di sebuah
perusahaan makanan organik. Lalu
Mark keluar dari pekerjaannya dan
menjual rumah kapalnya di Bristol.
Tidak hanya itu, dia juga
menghabiskan semua tabungannya.
Setelah semua hartanya terkuras
habis dan tidak tersisa satu apapun,
Mark memulai hidup dengan
mengandalkan apa saja yang ada di
alam sekitarnya sebagai penunjang
hidupnya. Mark tinggal di sebuah
karavan yang diberikan gratis oleh
salah satu lembaga pecinta alam di
daerah tersebut. Karavan itu di
tempatkan di sebuah lahan
pertanian organik di dekat Bristol,
Inggris. Di tempat itu juga ia
bekerja sebagai sukarelawan
sebanyak tiga kali seminggu tanpa
bayaran.
Selain itu, Mark juga tidak
menggunakan alat elektronik seperti
televisi, mp3 player, radio, dan lain
sebagainya sebagai sarana hiburan.
Pernah membayangkan hidup tanpa
barang – barang tersebut? Bosan
tentunya. Salah satu hiburan bagi
mark hanyalah nyanyian indah dari
burung – burung di pepohonan. Ia
menganggap suara kicauan burung
tersebut adalah musik yang indah
untuk didengarkan. Untuk
berkomunikasi jarak jauh, Boyle
hanya menggunakan ponsel
sederhana bertenaga surya dan HP
tersebut hanya dapat digunakan
untuk menerima telepon masuk.
Boyle juga menggunakan laptop
bertenaga surya.
Untuk mencuci, pria ini tidak
menggunakan detergen. Mark
membuat sendiri sabun cucinya. Ia
membuatnya dari rebusan kacang.
Begitu juga dengan pasta gigi yang
ia gunakan, Mark menggunakan dan
membuat pasta gigi dari campuran
biji adas liar dan tulang sotong.
Untuk kebutuhan makananya, Mark
menanam berbagai macam bahan
makanan dan memasaknya dengan
menggunakan tungku kayu bakar.
Mark menuliskan pengalaman hidup
yang berharganya pada sebuah buku
yang berjudul “The Moneyless Man:
A Year of Freeeconomic Living”. Mark
juga menuliskan pengalamannya di
sebuah blog serta mendirikan
sebuah komunitas Freeeconomy.
Komunitas ini digunakan mark untuk
memotivasi banyak orang untuk
berbagi keahlian. Dan jaringan yang
didirikan Mark ini sekarang sudah
memiliki lebih dari 20.000 anggota.
Pengalaman hidup yang luar biasa.

0 komentar:

Posting Komentar